Ketersediaan dan kualitas gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, dll.

Berikut list sarana utama layanan pendidikan dan akademik serta penunjang kegiatan mahasiswa, dapat dilihat pada link dibawah ini:

TABEL PRASARANA UTAMA DAN PENUNJANG

Ketersediaan gedung dan ruang untuk kegiatan perkuliahan dan praktikum serta pengerjaan penelitian pada saat ini telah mencukupi. Namun apabila jumlah student body berkembang semakin banyak maka diperkirakan dalam 2 tahun ke depan akan mengalami masalah berkaitan dengan ketersediaan ruang khususnya ruang untuk praktikum dan melaksanakan kegiatan penelitian akan mengalami kendala. Antisipasi permsalahan ini sudah dilakukan dengan adanya penambahan gedung dengan kapasitas lantai seluas 5000 m2 yang sudah berjalan dan mendekati tahap akhir pengerjaan (diperkirakan selesai pada tahun 2016 akhir).

Sarana dan prasarana perpustakaan disediakan secara terpusat oleh universitas. Buku buku secara fisik dapat diakses. Koleksi jurnal elektronik disediakan melalui layanan perpustakaan. Perpustakaan universitas menyediakan layanan akses informasi yang tersedia pada layanan database ilmiah seperti Sciendirect, IEEE Explore dan ProQuest.

Jurusan Fisika, sebagai pengelola sumber daya, memiliki koleksi buku yang sangat erat terkait dengan perkuliahan dan penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa di ruang baca jurusan dengan koleksi lebih dari 1000 judul buku. Ditingkat fakultas ruang baca fakultas juga menyediakan koelksi buku-buku yang berhubungan dengan bidang MIPA. Selain buku, ketersediaan jurnal dan proceeding dapat ditemukan dimasing-masing ruang baca dan perpustakaan. Luasan perpustakan dan ruang baca yang ada memenuhi standar minimal luasan perpustakaan. Untuk meningkatkan rasio ruang terhadap pengguna akses perpustkaan melalui jaringan intranet kampus dan internet dibuka dengan lebar.

Ruang interaksi mahasiswa disediakan pada area-area disekitar gedung Jurusan Fisika dan di lingkungan gedung lain di Fakultas MIPA dan gedung-gedung yang dikelola langsung oleh Universitas. Penataan lingkungan yang baik memberikan suasana yang nyaman. Namun demikian permsalahan dalam hal penyediaan lahan parkir merupakan satu masalah yang perlu diselesaikan oleh Universitas.

Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian.

Fasilitas komputer dan sarana pendukung pembelajaran dan penelitian untuk askes data sangat baik. Di Jurusan Fisika tersedia 40 unit komputer yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa PS Instrumentasi dengan rasio 1:12 mahasiswa. Disetiap ruang kelas tersedia LCD proyektor untuk sarana pembelajaran. Server data dan sarana IT pendukung lain tersedia dengan sangat baik sehingga dosen dan mahasiswa tidak mengalami kendala dalam ketersediaan sarana komputer dan pendukung lain. Akses data melalui jaringan kampus pada saat ini telah sangat mencukupi dan menjadi salah satu kekuatan penyelenggraan proses pembelajaran. Dengan total bandwidth mencapai 2 Gbps memberikan akses data yang sangat layak.

Dengan makin murahnya harga notebook, semakin banyak mahasiswa yang memiliknya sehingga penggunaan laboratorium komputer menjadi lebih lapang. Di dalam laboratorium juga tersedia perangkat lunak pemrograman (Delphi dan C++), Microsoft Office, Matlab, Labview serta Origin berlisensi. Tiga yang terakhir tersedia secara terbatas.

Untuk keperluan penelitian akses ke Scopus.Com, Sciendirect.com, IEEE Explore, ProQuest dengan ragam database artikel memungkinkan pencarian informasi yang up to date. Universitas pada saat ini juga telah menyediakan akses TurnitIn yang dapat dipergunakan untuk pengecakan aspek plagiarisme artikel sehingga sangat membantu bagi pengembangan penelitian dan publikasi.

Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.

Sarana dan prasarana yang ada untuk memenuhi kebutuhan PS Instrumentasi pada saat ini sudah sangat memadai dan sesuai. Namun untuk kebutuhan pengembangan lebih lanjut perlu dikembangkan dalam aspek sarana dan prasarana untuk kegiatan praktikum dan penelitian. Sarana yang ada dipandang sudah sesuai dengan kebutuhan karena karena perencanaan pengembangan sarana dan prasarana diawali oleh kebutuhan dari Program Studi, sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan program studi. Aspek dari ketersediaan sarana dan prasarana ini masuk dalam perencanaan pengembangan untuk antisipasi dengan pertumbuhan student body dan aktivitas akademik yang berjalan dan terus meningkat. Antisipasi permasalahn ini masuk dalam skala prioritas baik ditingkat Jurusan, Fakultas maupun Universitas, terlebih dengan menghubungkan target dan rencana strategis universitas untuk menuju standar world class university. Ketercukupan sarana dan prasarana penelitian untuk dosen dan mahasiswa merupakan masalah yang harus diprioritaskan penyelesaiannya dalam waktu segera untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan.

Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan dan pemanfaatannya.

Keberlanjutan proses pengadaan sarana dan prasarana terjamin dengan baik dengan memandang bahwa rencana strategis yang dikembangkan oleh Program Studi dapat ditarik benang merahnya secara langsung dengan rencana strategis universitas. Demikian pula dengan visi, misi, sasaran dan tujuan yang selaras dengan lembaga-lembaga vertikal menempatkan potensi keberlanjutan pengadaan menjadi sangat tinggi.

Dalam aspek pemeliharaan, dengan peningkatan penguatan tupoksi dari masing-masing staf kependidikan dan unit-unit kerja serta pola manajemen yang dikembangkan di tingkat Jurusan dan Fakultas memberikan keyakinan akan jaminan atas pemeliharaannya. Sedangkan dari aspek pemanfaatan sarana yang sangat terkait dengan aktifitas dosen dan mahasiswa, diyakini akan secara efektif dimanfaatkan. Hal ini dapat dilihat dengan aktifnya kegiatan pendidikan dan penelitian yang secara langsung memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.

Rancangan pengembangan sistem informasi.

Pengembangan sistem informasi dilakukan oleh lembaga vertikal, yaitu universitas dan fakultas. Baik ditingkat universitas maupun di tingkat fakultas telah tersusun blueprint pengembangan sistem informasi. Dari aspek konektifitas jaringan fiber optic telah mnghubungkan setiap gedung di Universitas Brawijaya. Sedangkan konektifitas di dalam gedung dilayani dengan melalui layangan fixed wired dan wireless. Rancangan pengembangan layanan sistem informasi ditujukan pada pengembangan sistem manajemen administrative terpusat dengan dukungan sistem informasi. Layanan data disediakan secara terpusat selama 24 jam non stop. Blue print pengembangan sistem informasi untuk dosen, mahasiswa, sistem pembelajaran online dan aspek-aspek lain telah disusun ditingkat universitas. Kondisi sistem informasi pada saat ini sudah sangat memuaskan namun akan terus ditingkatkan sesuai dengan pertumbuhan organisasi dan aktifitas yang berjalan. Fokus pengembangan layanan akses data pada saat ini misalnya adalah untuk akses data nirkabel. Layanan ini sudah dapat disediakan diseluruh wilayah kampus. Namun demikian dengan perkembangan yang ada, mutu dan kualitasnya terus ditingkatkan. Pengembangan lain yang dilakukan adalah pengembangan akses data via Virtual Private Network, sehingga memungkinkan civitas akademika memanfaatkan layanan-layanan yang terikat dengan IP kampus, semisal adalah layanan akses database jurnal (Sciencdirect, Scopus, ProQuest).